Tuesday, October 9, 2007

Dari Mekkah, Yaman, Hingga Hulu Sungai

NAQOBATUL Asyrof Al-Kubro adalah lembaga pemeliharaan, penelitian, sejarah dan silsilah Al-Alawiyin. Lembaga ini bertugas melayani keluarga yang mencari nasab (asal-usal keturunan), melakukan sensus ke lapangan, mencatat data-data terbaru keturunan ahlul bait.

Lembaga serupa dengan fungsi hampir sama adalah Ar-Rabithah Al-Alawiyyah yang berlokasi di Jalan KH Mas Mansyur Tanah Abang, Jakarta. Rabithah semula berpusat di Hadramaut (Yaman). Pada tahun 1999 organisasi pencatat silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW ini berpindah ke Jakarta.

Posted by ali at 19:13:05 | Permalink | Comments (9)

Sunday, September 23, 2007

Husin Pasar, Abah Jabis Dan Habib Ingut

DAERAH yang dikunjungi para habib di Tanah Banjar tak hanya negeri ramai seperti Kota Banjarmasin. Sejumlah daerah di Hulu Sungai yang sepi, belum ada transportasi yang nyaman, dan bergunung-gunung, menerobos hutan rimba tak luput menjadi medan dakwah mereka.

Seseorang yang bernama Husin bin Ali Assegaf pernah hidup di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kota utama di wilayah Hulu Sungai hingga tahun 50-an ini, bahkan melahirkan banyak habaib yang istimewa. Kandangan terletak 136 Km dari ibukota provinsi Kalsel, Banjarmasin.

Posted by ali at 17:30:59 | Permalink | Comments (1) »

Sunday, May 6, 2007

AlKaff Yang Serba Cukup Berlabuh di Barabai

NAMA AlKaff pertama kali terbit dari seorang yang bernama Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Abubakar AlJufri.
Posted by ali at 19:39:21 | Permalink | Comments (1) »

Sunday, February 25, 2007

Alaydrus Nun Jauh di Pulau

Suatu ketika seorang Habib berziarah ke makam Syekh Muhammad Arsyad AlBanjari di Kalampayan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Di makam Datu Kalampayan itu, Sang Habib dengan tertib membaca Kitab Sabilal Muhtadin yang ada di tangannya. Sabilal Muhtadin adalah kitab fiqih klasik karya utama ulama besar penyebar agama Islam di Kalsel pada abad ke-18 itu.
Posted by ali at 20:19:31 | Permalink | Comments (33)

Jalaluddin, Khatib Dayan dan Turbah

Keluarga keturunan Rasulullah di Tanah Banjar terdiri dari beberapa fam (puak). Diantaranya yang pernah datang, menetap dan beranak pinak jumlahnya mencapai belasan sampai 20-an marga. Yang pertama diketahui datang ke Banjar adalah justru dari fam yang kurang begitu dikenal yakni fam Aidid. Aidid pertama yang ke Banjar adalah Jalaluddin bin Muhammad. Beliau datang dari Aceh ke Banjar pada pengujung abad ke-16.
Posted by ali at 19:44:37 | Permalink | Comments (46)

AlHabsyi Berlabuh di Daratan Banjar

TUMBUHNYA komunitas keluarga Al-Habsyi di bumi Banjar diawali oleh datangnya Ahmad, Zen, dan saudara-saudara mereka. Tiada catatan waktu yang jelas kapan mereka tiba pertama kali. Diperkirakan ini terjadi di sekitar penghujung abad ke-19 atau permulaan abad ke-20. Saat itu, di Banjarmasin paling tidak sudah ada satu keluarga Al-Habsyi yang berdiam di daerah Ujung Murung, yakni Sayid Idrus bin Hasan Al-Habsyi. Sayid Idrus adalah kepala orang Arab di Banjarmasin. Pada tahun 1863 ia menjadi anggota Dewan Pengadilan di Banjarmasin (sebuah lembaga mewakili pemerintah pusat yang merupakan bentukan Belanda pasca dihapuskannya kesultanan Banjar pada tahun 1860).
Posted by ali at 19:04:00 | Permalink | Comments (4)

Kapten Arab, Pangeran dan Saudagar Kapal

WARISAN sayyid di bumi Kalimantan Selatan nyaris tak dikenali oleh generasi di belakangnya. Sepinya sejarah keluarga keturunan Rasulullah ini makin senyap seiring berlalunya sang waktu. Sejak kepergian mereka terkubur pula butir-butir kebijaksanaan, keteladanan perilaku dan kisah perjuangan mereka. Nama mereka pun juga terlupakan, kecuali bagi sebagian keluarga yang masih mengenang.
Posted by ali at 18:36:23 | Permalink | Comments (6)