Mereka Yang Hilang dan Menjadi Biasa
Ia seorang lelaki tua. Usianya sekitar 90-an tahun. Matanya tak mampu menatap mata tamu yang datang ke rumah gubuknya. Penglihatanya sudah terbatas. Selamat, lelaki sepuh itu, tinggal berdua bersama istrinya, yang berusia sekitar 80-an tahun. Mereka hidup jauh dari keramaian kota. Di Desa Jingah Habah. Tak ada nama desa ini di dalam peta. Jingah Habang berada di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Keduanya meniti waktu menunggu Yang Maha Rahim memanggil mereka ke pelukan-Nya. Habib Selamat adalah putra Habib Usman bin Habib Awal. Habib Awal kakek dari Habib Selamat berasal dari Kampung Saka Cina, Kabupaten Banjar yang pertama kali masuk ke Jingah Habang. Haib Awal meninggal dunia di Mekah ketika menunaikan ibadah haji. “Bahasyim atau Ba’abud sama saja,” katanya, ketika ditanya soal nama famnya. Habib Selamat hanya mengetahui bahwa ayahnya mempunyai dua saudara yakni Habib Husin dan Syarifah Tora. Habib Husin, pamannya, bermukim di Kampung Saka Cina.