Sunday, October 12, 2008

Tarian Gembira di Halal Bihalal

KEBERSAMAAN, suasana santai, menyantap hidangan sambil menikmati musik merupakan kesempatan berharga yang jarang kita dapati setiap saat.

Sabtu, 11 Oktober 2008, keluarga besar habaib berkumpul di kediaman Habib Umar Alaydrus di Jalan Belitung Gang Bina Warga Tembus Bina Warga IV No 109 RT 36 Banjarmasin.

Acara halal bihalal Idul Fitri mempertemukan mereka dalam kebersamaan. Pertemuan ini bertambah meriah dengan hiburan Orkes Gambus An-Nasyik.

Sebagai tuan rumah, Habib Umar dengan wajah gembira dan senyum menyambut tamu-tamunya, dan mempersilakan mereka menyantap hidangan yang sudah disiapkan oleh panitia. Di meja telah tersedia pilihan menu soto Banjar, telur masak habang, gulai kambing plus nasi samin. Tak ketinggalan kue-kue dan buah-buahan segar penambah selera.

Selain ajang untuk silaturahmi antar keluarga, acara ini juga untuk mempererat tali persaudaraan kaum muslimin dan meneguhkan semangat ukhuwah islamiyah.

Satu persatu undangan datang sejak pukul 09.00. Beberapa anggota keluarga Assegaf, Alaydrus, Al-Kaff, Al-Habsyi, Balghaits, Al-Hamid, Bahasyim, Alatas dan Barakbah datang memenuhi undangan Habib Umar.

Sesepuh habaib di Kalsel yang tinggal di Rantau, Habib Husin Assegaf (80 tahun) juga datang di acara ini. Habib Ali Assegaf (79 tahun), mantan Ketua Rabithah Alawiyah Banjarmasin (perkumpulan keluarga zuriyat Rasulullah), tampak duduk berdampingan dengan Habib Umar menyaksikan suguhan musik gambus dan tarian japin. Hadir pula pemuka habaib di Kalsel seperti Habib Abdul Bari Al-Habsyi, Habib Agil Bahsin dan Habib Hasan Al-Habsyi.

“Melalui acara halal bihalal ini kita harapkan sesama kaum muslimin rukun dan beriman,” ujar Habib Umar.

Petikan gambus Habib Muhammad Al-Habsyi membuat Habib Abdullah Al-Kaff tak tahan hanya duduk diam mendengarkan lantunan lagu-lagu berirama padang pasir. Habib Abdullah, warga Gang Purnama Jalan S Parman, pun turun ke gelanggang dan menari-nari dengan riang dan sepenuh hati.

“Ayo kita bergembira,” ujar Habib Abdullah, sambil mengajak hadirin untuk menari japin bersama. “Ini hari kita untuk bergembira. Kapan lagi bisa seperti ini,” timpal Habib Muhammad tetap sambil memetik gitar gambusnya.

Habib Umar pun ikut meramaikan gelanggang, sambil mengajak habib lainnya. “Ayo, ayo,” kata Habib Umar sambil bertepuk tangan. Ajakan Habib Umar membuat habib-habib muda lainnya turun satu persatu berjapin ria menemani Habib Abdullah.

Acara temu keluarga dengan hiburan gambus ini ditutup sekitar jam 14.00. Namun sebelum itu, Syarifah Raguan Barakbah sempat memesona undangan dengan lagu Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu. Penampilan Syarifah Raguan disambut tarian yang tak kalah memesonanya oleh dua syarifah lainnya. ali

mb/yusmili
MENARI - Habib Abdullah Al-Kaff (kiri) sedang menari japin berpasangan dengan Habib Musa Al-Habsyi di acara halal bihalal keluarga habaib.

Posted by ali at 17:10:11 | Permalink | Comments (3)

Wednesday, September 26, 2007

Potlot Nagara Bukan Potlot Hadramaut

NAGARA bukan cuma sentra unggulan untuk pembudidayaan buah semangka. Daerah yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini juga bukan hanya terkenal sebagai penempa-penempa besi hebat. Dari Nagara ini pula pernah hidup seorang ‘penempa jiwa’ yang saleh dan wara. Kesalehan tokoh masyarakat Nagara yang dihormati ini layak menjadi bahan renungan Ramadhan kita. Beliau memberikan kepada kita sebuah pelajaran besar bagaimana pentingnya menjaga amanah di zaman dengan perilaku korupsi yang akut ini.
Posted by ali at 18:14:11 | Permalink | Comments (1) »

Friday, September 21, 2007

Sungai Baru Pemukiman Habaib Totok

KAMPUNG Sungai Baru pada suatu masa pernah menjadi kediaman para habaib berpengaruh. Secara wilayah, Sungai Baru bertetangga dengan Kampung Pekapuran dan Ujung Murung. Ketiga wilayah di atas ‘dipersatukan’ oleh jalan-jalan air yang saling bersambung. Sungai Baru merupakan anak sungai kecil (sungai buatan) cabang Sungai Martapura dan Sungai Pekapuran.
Posted by ali at 20:04:04 | Permalink | Comments (1) »

Indo-Arab, Cina Dan Hidung Mancung

HABIB, sayyid, syarif, said, atau ayip untuk lelaki dan syarifah (sering disingkat dengan ifah) untuk perempuan, pada dasarnya adalah panggilan untuk mereka yang memiliki ikatan nasab sebagai zuriat Nabi Muhammad SAW.
Posted by ali at 19:50:07 | Permalink | Comments (2)

Sunday, May 6, 2007

Untaian Mutiara AlHabsyi

“ALAM bersinar-seminar bersukaria menyambut kelahiran AlMusthafa Ahmad riang gembira meliput penghuninya sambung menyambung tiada hentinya.
Posted by ali at 20:18:57 | Permalink | Comments (1) »

Yang Menelusuri dan Melintasi Waktu

JANGAN sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah). Ucapan itu, suatu ketika, pernah dilontarkan oleh Bung Karno. Tak banyak yang peduli dengan kata-kata berharga dari presiden pertama yang juga tokoh Proklamator Kemerdekan RI itu. Di antara yang sedikit itu dua nama patut disebut. Habib Agil bin Salim Bahsin dan Habib Segaf bin Abubakar AlHabsyi.
Posted by ali at 19:46:54 | Permalink | Comments (1) »

Sunday, February 25, 2007

Kisah Dua Sahabat Bin Yahya dan AlHabsyi

Habib Muhammad bin Ali bin Hasan Bin Yahya (Pangeran Noto Igomo) mempunyai seorang sahabat dekat di Barabai. Namanya Habib Alwi bin Abdullah AlHabsyi. Keduanya mempunyai kedudukan terhormat di wilayahnya masing-masing. Habib Muhammad tinggal di Tenggarong selaku penasihat Sultan Kutai, sementara Habib Alwi adalah seorang Kapten Arab berkedudukan di Barabai. Mereka sudah saling mengenal sejak sama-sama tinggal di Hadramaut, Yaman.
Posted by ali at 20:29:55 | Permalink | Comments (6)

AlHabsyi Berlabuh di Daratan Banjar

TUMBUHNYA komunitas keluarga Al-Habsyi di bumi Banjar diawali oleh datangnya Ahmad, Zen, dan saudara-saudara mereka. Tiada catatan waktu yang jelas kapan mereka tiba pertama kali. Diperkirakan ini terjadi di sekitar penghujung abad ke-19 atau permulaan abad ke-20. Saat itu, di Banjarmasin paling tidak sudah ada satu keluarga Al-Habsyi yang berdiam di daerah Ujung Murung, yakni Sayid Idrus bin Hasan Al-Habsyi. Sayid Idrus adalah kepala orang Arab di Banjarmasin. Pada tahun 1863 ia menjadi anggota Dewan Pengadilan di Banjarmasin (sebuah lembaga mewakili pemerintah pusat yang merupakan bentukan Belanda pasca dihapuskannya kesultanan Banjar pada tahun 1860).
Posted by ali at 19:04:00 | Permalink | Comments (4)

Bunda Nur, Aidid dan Presiden Soekarno

Habib Hasan Bin Idrus AlHabsyi, Kapten Arab pertama di Banjar, lebih dikenal sebagai Habib Ujung Murung. Ia tinggal di sebuah rumah milik keluarga di Ujung Murung (di lokasi bangunan rumah itu sekarang berdiri Plaza Metro City).
Posted by ali at 18:47:26 | Permalink | Comments (3)