Tuesday, October 9, 2007

Aidid Yang Membuat Cahaya Dan Dicintai

SATU marga dari golongan sayyid (habib) yang terbilang sangat langka di Tanah Banjar adalah Aidid. Bayangan kita mungkin akan langsung teringat kepada sosok nama besar tokoh utama PKI Dipa Nusantara (DN) Aidit.
Menurut sumber kalangan keluarga Aidid, sesungguhnya antara fam Aidid tidak ada kaitan langsung dengan tokoh politik yang pernah mengharubiru situasi politik di tahun 60-an itu.
Posted by ali at 18:51:45 | Permalink | Comments (1) »

Sunday, May 6, 2007

Mencari Rantai Yang Hilang

NASAB keturunan merupakan salah satu problem yang dialami para Habaib di Banjar. Banyak di antara mereka nasabnya ‘gelap’ karena tak memiliki garis tersambung ke leluhur di atasnya.
Posted by ali at 20:34:04 | Permalink | Comments (4)

Sunday, February 25, 2007

Dakwah, Petunjuk dan Ikhlas

Habib Mustafa, 61 tahun, di mata sebagian Habaib Banjar adalah Habib Antik. Gayanya lain daripada yang lain. “Orang yang mendapat petunjuk adalah orang yang tak mengharap upah,” demikian Habib Mustafa bin Ali Bin Ahmad Aidid. “Allah murka kepada orang yang pandai berkata tapi tidak pandai berbuat,” katanya lagi.
Posted by ali at 20:51:45 | Permalink | Comments (4)

Jalaluddin, Khatib Dayan dan Turbah

Keluarga keturunan Rasulullah di Tanah Banjar terdiri dari beberapa fam (puak). Diantaranya yang pernah datang, menetap dan beranak pinak jumlahnya mencapai belasan sampai 20-an marga. Yang pertama diketahui datang ke Banjar adalah justru dari fam yang kurang begitu dikenal yakni fam Aidid. Aidid pertama yang ke Banjar adalah Jalaluddin bin Muhammad. Beliau datang dari Aceh ke Banjar pada pengujung abad ke-16.
Posted by ali at 19:44:37 | Permalink | Comments (46)

Bunda Nur, Aidid dan Presiden Soekarno

Habib Hasan Bin Idrus AlHabsyi, Kapten Arab pertama di Banjar, lebih dikenal sebagai Habib Ujung Murung. Ia tinggal di sebuah rumah milik keluarga di Ujung Murung (di lokasi bangunan rumah itu sekarang berdiri Plaza Metro City).
Posted by ali at 18:47:26 | Permalink | Comments (3)