Friday, March 28, 2008

Ketika Alawiyin Menggelar Maulid Nabi (1) Dakwah Sekaligus Pertemuan Keluarga

YAA, Nabi salaam ‘alaika. Yaa, Rasul salaam ‘alaika. Yaa, Habiib salaam ‘alaika. Sholawattullah ‘alaika.
Senandung salam dan cinta untuk Nabi berulang-ulang terlontar dari ratusan jamaah Langgar (Mushalla) Al-Hinduan, di suatu malam.

Habib Aboe Bakar AlHabsyi menyampaikan ceramah.

Posted by ali at 15:44:29
Comments

3 Responses to “Ketika Alawiyin Menggelar Maulid Nabi (1) Dakwah Sekaligus Pertemuan Keluarga”

  1. ali says:

    Rabi’ul Awwal memang bulannya Nabi. Kaum muslimin serentak merayakan bulan kelahiran Rasul Agung ini. Organisasi sosial, lembaga dan instansi pemerintah hingga partai politik tak ketinggalan merayakan dengan menggelar dakwah pengayaan rohani dari para ustadz dan tokoh-tokoh yang biasa berceramah soal keagamaan.

    Di banyak tempat, perayaan ini nyaris tak berbeda cara dan materi ceramah yang disampaikan ke umat yang hadir. Membaca syair maulid, menyampaikan soal hukum-hukum agama, ajakan berbuat baik dan nasihat merupakan agenda umum.

    Namun, lain di Langgar Al-Hinduan, yang berada di kawasan Jalan Sungai Mesa tersebut. Pertama, nama tempat tersebut ‘Al-Hinduan’ mengandung sejarah yang erat kaitannya dengan diri Nabi Muhammad SAW.

    Al-Hinduan sesungguhnya nama marga (klan) yang dinisbahkan kepada seorang keturunan Nabi yang bernama Umar bin Ahmad Al-Hinduan. Ia disebut-sebut sebagai waliyullah yang memiliki kekuatan tubuh dan iman setajam pedang baja. Hinduan bermakna pedang dalam bahasa Arab.

    Salah satu keturunan Umar (wafat di Tarim, Yaman 917 Hijriah) yakni Syarifah Salmah Al-Hinduan, berdomisili di Sungai Mesa. Istri dari Habib Salim bin Abubakar Al-Kaff itu beberapa puluh tahun silam mewakafkan sebidang tanah yang sekarang berdiri Langgar Al-Hinduan.

    Kedua, penggagas acara ini adalah Ikatan Keluarga Pemuda Alawiyin (IKAPA) Kalimantan Selatan. Untuk diketahui, Alawiyin adalah sebutan untuk dzuriat Nabi yang berasal dari keturunan Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir yang pernah melakukan migrasi dari Irak ke Madinah lalu negeri Hadramaut (Yaman) pada tahun 317 Hijriah. Al-Muhajir memiliki nasab bersambung hingga ke Sayyidina Husin, cucu terkasih Rasulullah yang terbunuh di Karbala, Irak.

    Ikatan batin inilah yang membedakan nuansa maulid di Sungai Mesa. Di Sungai Mesa ini juga bertempat tinggal beberapa keluarga yang memiliki leluhur Sayyidina Husin. Diantaranya keluarga Al-Kaff, Assegaf, Alaydrus, Al-Hamid dan Ba’abud.

    Maka, yang terjadi malam itu bagaikan dakwah dibalut pertemuan keluarga. “Kampung apa ini namanya?” ujar Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, anggota Komisi V DPR RI, wakil dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan, yang datang khusus ke acara ini.

    Dalam sambutannya, ia tak lupa menyapa satu persatu yang hadir, lengkap dengan marga mereka. Aboe Bakar sempat keliru menyebut nama marga salah satu sesepuh alawiyin di Banjarmasin yakni Agil bin Salim yang sesungguhnya memiliki marga Bahsin, tapi sempat ia panggil dengan Bahasyim.

    Dalam kata sambutannya di acara ‘Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW’ yang berlangsung Senin (24/3) malam itu, Aboe Bakar banyak melontarkan kritik kepada umat Islam yang lupa dengan ajaran Nabi.

    “Kita umat Islam sering acuh tak acuh dengan kemaksiatan, narkoba, korupsi dan ketidaktaatan. Sering maulid, (tapi) baca Qur’an jarang, sunah sering kita tanggalkan, shalat cuek, mengucapkan salam juga sulit,” ujarnya.

    Aboe Bakar melanjutkan, “Jangan wafat, meninggal dunia kecuali dalam tunduk dan patuh kepada Allah.” (bersambung) ali

  2. mauswah says:

    Maaf kerana lewat saya balas komen saudara. Saya sibuk sebelum ini. Terima kasih kerana telah beri komen di blog saya. Saya rasa Habib Abu Bakar Al-Aidrus hidup selepas zaman asal usul keturunan Al-Aidrus iaitu yang dijuluki (digelari) Al-Aidrus adalah Habib Abdullah bin Abu Bakar Assakran. Saya tidak pasti pula bila masa & tahunnya lahir & wafat. Tapi, saya rasa di masa pertengahan barangkali beliau hidup.

    Keturunannya pula saya tidak pasti sama ada masih ada lagi sekarang ini atau tiada sudah. Tapi, saya rasa macam tidak ada. Kalau ada pun tidak ramai barangkali.

  3. husain john says:

    AssKum…
    keif hlkm…salam kenal aja ya.afwan

Leave a Reply