Imam Hasan Penghulu Surga Yang Syahid
Oct 3, 2007
ali | Uncategorized
IMAM Ali memiliki dua putra dari perkawinan beliau dengan
Siti Fatimah Al-Zahra yakni Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husin.
Sayyidina Hasan adalah cucu dan buah hati Rasulullah SAW. Ibunya menamakan Harb, namun Nabi berkata: “Tapi dia adalah Al-Hasan.”
One Response
Muhammad Ali Shabban dalam bukunya ‘Teladan Suci Keluarga Nabi’ menyebutkan nama ini belum dikenal sama sekali pada masa jahiliyah, demikian juga nama Al-Husin.
Sayyidina Hasan sangat mirip sekali dengan Rasulullah, yaitu mulai dari pusarnya sampai ke kepalanya. Sedang Sayyidina Husin mirip dengan beliau mulai dari pusar ke bawah.
Sayyidna Hasan memegang tampuk pemerintahan sesudah ayahnya terbunuh, berdasarkan pembai’atan yang dilakukan oleh penduduk Kota Kufah. Beliau memerintah selama enam bulan dan beberapa hari, sebagai pemimpin yang benar, adil dan jujur. Ini merupakan pembuktian dari sabda kakek beliau Muhammad SAW: “Pemerintahan yang berbentuk kekhalifahan sesudahku, masanya tiga puluh tahun.”
Imam Hasan dilahirkan di Kota Madinah pada tanggal 15 Ramadhan tahun 3 Hijriah. Beliau syahid pada tahun 50 Hijriah setelah meminum racun yang disuguhkan oleh istrinya sendiri, Ja’dah di usianya yang ke-48 tahun. Sayyidina Hasan dikuburkan di pekuburan Baqi’ yang kini menjadi tempat ziarah para pencinta Ahlul Bait.
Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Tarikhul Khulafa` menulis pada hari ketujuh dari kelahirannya, Rasulullah SAW menyembelih kambing untuk akikahnya dan mencukur rambutnya. Rambut itu kemudian ditimbang dan sesuai dengan kadar timbangannya Rasulullah SAW bersedekah perak.
Rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah, aku sangat mencintainya, oleh karena itu, cintailah dia.” Pada kesempatan yang lain, Nabi bersabda: “Hasan dan Husin adalah dua penghulu penghuni surga.”
Ibnu Abbas berkata: “Suatu hari Hasan naik di atas pundak Rasulullah SAW. Salah seorang sahabat berkata: “Wahai anak muda, engkau memiliki tunggangan yang sangat bagus!”. “Tidak begitu, ia adalah penunggang yang terbaik,” jawab Rasulullah SAW menimpali.
Ia memiliki jiwa yang tenang, berwibawa, tegar, pemaaf dan sangat disukai masyarakat. Imam Hasan sangat peduli terhadap orang-orang miskin. Ia sering membantu mereka melebihi kebutuhan mereka sehingga kehidupan mereka sedikit lebih makmur.
Hal ini karena ia tidak ingin seorang peminta datang beberapa kali kepadanya untuk meminta sesuatu yang akhirnya ia merasa malu. Di sepanjang umurnya, beliau telah menginfakkan seluruh kekayaannya sebanyak dua kali dan mewakafkan hartanya sebanyak tiga kali.
Ia adalah seorang pejuang pemberani. Selama menjadi anggota pasukan ayahnya, dalam setiap peperangan ia menjadi anggota pasukan terdepan. Pada peristiwa perang Jamal dan Shiffin, ia termasuk salah seorang pejuang berani mati.
Imam Hasan membuat perjanjian damai dengan pemberontak Mu’awiyyah. Abul Faraj Al-Ishfahani dalam bukunya Maqaatiluth Thaalibiyyiin menulis: “Mu’awiyah ingin mengambil bai’at untuk putranya, Yazid. Demi merealisasikan tujuannya ini ia tidak melihat penghalang yang besar melintang kecuali Imam Hasan dan Sa’d bin Abi Waqqash. Dengan demikian, ia membunuh mereka berdua secara diam-diam dengan racun.”
As-Sibth bin Jauzi meriwayatkan dari Ibnu Sa’d dalam kitab At-Thabaqaat dan ia meriwayatkan dari Al-Waqidi bahwa Imam Hasan bin Ali a.s. ketika sedang menghadapi sakaratul maut pernah berwasiat: “Kuburkanlah aku di samping kakekku Rasulullah SAW”. Akan tetapi, Bani Umaiyah, Marwan bin Hakam dan Sa’d bin Al-’Ash sebagai gubernur Madinah kala itu tidak mengizinkannya untuk dikuburkan sesuai dengan wasiatnya.
Akhirnya, jenazah Imam Hasan diboyong menuju ke pekuburan Baqi’ dan dikuburkan di samping kuburan neneknya, Fathimah binti Asad.
Dalam kitab Al-Ishaabah, Al-Waqidi bercerita: “Pada hari (penguburan Imam Hasan) orang-orang yang menghadirinya sangat banyak sekiranya jarum dilemparkan di atas mereka, niscaya jarum tersebut akan jatuh di atas kepala mereka dan tidak akan menyentuh tanah.” (bersambung)
SUMBER :
1. Muhammad Ali Shabban dalam bukunya ‘Teladan Suci Keluarga Nabi’
2. website info syiah/blog
Leave a reply