AlMusawa Yang Hobi Antik Dan Tenis
Sep 24, 2007
ali | Uncategorized
PANGKAT terakhirnya Kolonel Polisi. Ayah satu putri ini kelahiran Kandangan, 3 Mei 1933. Pada tahun 1978-1983, ia menjabat sebagai Bupati Tapin.
Said Alwi AlMusawa, namanya. Di mana-mana orang mengenalnya sebagai AlMusawa. Ayahnya Habib Ghasim bin Husin AlMusawa semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Kepala Pos Kandangan dan berikutnya memimpin Kantor Pos di Amuntai.
2 Responses
Said Alwi telah tiada 14 tahun silam di Jakarta, tepatnya 3 Mei 1993. Usai melaksanakan tugasnya di Rantau, Said Alwi hijrah ke Jakarta memboyong anak istrinya. Yang tersisa kini adalah kenangan tentang Alwi.
“Said Alwi berjasa dalam pembinaan olahraga tenis di Kabupaten Tapin. Semasa beliau jadi bupati, tim Tapin juara tenis junior tingkat Kalsel tahun 80-an dan mewakili Kalsel ke Jakarta,” ujar Khairiadi Asa, warga Tapin yang tinggal di Banjarmasin.
Kegilaan Alwi kepada tenis memang dikenal luas oleh warga Tapin dan kalangan Alawiyin kerabatnya. “Yang saya ingat memang beliau suka bermain tenis,” ujar Habib Abdullah bin Ahmad AlHamid, warga Jalan A Yani Km 1 Banjarmasin.
Begitu cintanya kepada tenis, dan ingin melihat daerahnya berprestasi, Said Alwi sering cuma dengan sarungan pagi-pagi telah berada di pinggir lapangan tenis untuk memberi semangat kepada para pemain muda.
“Di zaman Said Alwi pula lapangan tenis di Rantau yang tadinya hanya satu menjadi dua,” ungkap Khairiadi.
Hasil pembinaan Said Alwi adalah atlet junior Yopi Chandra yang ketika bermain di Jakarta akhirnya ditarik oleh klub Mercu Buana dan menjadi anak angkat konglomerat Probosutedjo.
“Said Alwi AlMusawa sering datang ke sini (rumah), ngobrol-ngobrol. Hobinya barang antik,” ujar Habib Husin Assegaf, tokoh masyarakat Rantau ketika ditemui di kediamannya di Jalan Pahlawan (Mandarahan), Kabupaten Tapin.
Gelar AlMusawa berasal dari Ahmad bin Muhammad bin Ahmad AsSakran bin Abubakar AsSakran bin Abdurrahman Assegaf.
Menurut Habib Sheikh bin Ahmad AlMusawa, 86 tahun, Ahmad bekerja sebagai tukang celup pakaian di Hadramaut. Suatu hari ia diberi raja kain untuk dikerjakan sebagaimana biasa. Sang istri yang terpikat dengan kain indah milik raja itu lalu memotongnya tanpa meminta izin. Petugas kerajaan yang menyaksikan perbuatan istri Ahmad lantas melaporkan kejadian ini kepada raja. Ahmad dipanggil menghadap untuk mempertanggungjawabkan perbuatan sang istri.
“Saat dibawa menghadap raja, kain itu utuh seperti semula. AlMusawa artinya yang membikin rata,” ujar warga Jalan Kalimas Udik II Surabaya yang dikenal sebagai tangan kanan Habib Neon almarhum ini.
Soal fam AlMusawa yang disandang mantan bupati Tapin ini, Ahmad bin Ali Alaydrus, pakar nasab di Kalsel punya pendapat menarik.
Menurut Ahmad, Said Alwi sebenarnya bermarga AlBanahsan. AlBanahsan masih keturunan Abdurrahman Assegaf, tapi melalui putranya yang bernama Ali Assakran bin Abubakar AsSakran.
Berdasarkan penelitian Ahmad Alaydrus, fam AlBanahsan keluarga Said Alwi berasal dari Musayekh bin Abdullah yang datang ke Kotabaru dari Hadramaut.
Musayekh memiliki enam putra yakni Abdurrahman (Samarinda), Hasan (Kotabaru),
Abubakar (Gresik), Ahmad (Kotabaru), Idrus (Kotabaru, wafat di Semarang) dan Husin (kakek Said Alwi).
Husin memiliki dua putra yakni Ahmad dan Ghasim. Cucu Ahmad bin Husin yakni Idris dan Usman bin Hasan kini tinggal di Ampah (daerah perbatasan Tabalong dengan Barito Selatan). Sedangkan putra Ghasim selain Said Alwi adalah Ali. Dua putra Ali yakni Ismet dan Abdullah berdomisili di Banjarmasin. Zuriat Said Alwi sendiri putus karena beliau tidak memiliki anak laki-laki. (bersambung) ali
Assalamualaikum Wr Wb
Habib Ahmad ana mau tanya tentang
Habib Amsar Al Irsyad Al Aydrus
Sejarah biografinya dan nasabnya
Leave a reply