PUASA di kalangan ahlul bait (keturunun keluarga Nabi) dijalankan berdasarkan fiqih tertentu. Bagi mayoritas penganut mazhab Syafi’i seperti halnya di Indonesia tentu melakukan puasa berdasarkan hukum sesuai pendapat Imam Syafi’i, sedangkan bagi kalangan ahlul bait penganut Syiah, pelaksanaan puasa dimaknai secara hukum Syiah pula.