cerita tentang ahlul bait, habib, sayyid, keluarga Nabi Muhammad SAW
Sunday, May 6, 2007
Mencari Rantai Yang Hilang
NASAB keturunan merupakan salah satu problem yang dialami para Habaib di Banjar. Banyak di antara mereka nasabnya ‘gelap’ karena tak memiliki garis tersambung ke leluhur di atasnya.
PUASA di kalangan ahlul bait (keturunun keluarga Nabi) dijalankan berdasarkan fiqih tertentu. Bagi mayoritas penganut mazhab Syafi’i seperti halnya di Indonesia tentu melakukan puasa berdasarkan hukum sesuai pendapat Imam Syafi’i, sedangkan bagi kalangan ahlul bait penganut Syiah, pelaksanaan puasa dimaknai secara hukum Syiah pula.
SAKA CINA. Anda pernah mendengar nama kampung ini? Saka dalam bahasa Banjar berarti anak sungai. Saka Cina adalah sebuah kampung terletak di wilayah Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
JANGAN sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah). Ucapan itu, suatu ketika, pernah dilontarkan oleh Bung Karno. Tak banyak yang peduli dengan kata-kata berharga dari presiden pertama yang juga tokoh Proklamator Kemerdekan RI itu. Di antara yang sedikit itu dua nama patut disebut. Habib Agil bin Salim Bahsin dan Habib Segaf bin Abubakar AlHabsyi.
KELUARGA Ba’Alawi secara perlahan mulai mengalami masa kemunduran sejak di penghujung fase ketiga (abad ke-14 H). Proses asimilasi dengan masyarakat lokal (menerima dan menyerap budaya lokal), keterlibatan dalam dunia politik praktis, membuat ‘derajat’ sayyid mengalami pasang surut.
AIDID adalah salah satu fam dari keluarga Ba’Alawi. Apa hubungannya dengan Dipo Nusantara (DN) Aidit, Ketua CC PKI yang riwayat hidupnya mencengangkan dunia perpolitikan di tanah air pada era tahun 60-an itu?