Friday, February 6, 2009

Sang Pejalan Telah Tiada

Innalillahi Wa Innaillaihi Roji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah Habib Segaf bin Abubakar Al-Habsyi, Jumat pagi sekitar pukul 05.30 di kediamannya di Jalan Sulawesi.

Habib Segaf meninggal dunia dalam keadaan tenang pada usia 60 tahun. Almarhum adalah salah satu narasumber utama dalam tulisan bersambung ‘Jejak Sayyid (Habib) di Tanah Banjar’ dan ‘Anak Cucu Keturunan Nabi Muhammad SAW’ yang pernah hadir rutin menyapa pembaca Mata Banua sepanjang bulan Ramadhan tahun 2006-2007 silam.

“Sekarang tak bisa lagi ketemu Habib ya,” ujar seorang kerabat Habib Segaf saat Mata Banua mengunjungi kediaman almarhum, kemarin. Habib Segaf merupakan ahli silsilah keluarga Alawiyyin (keturunan Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir zuriat Sayyidina Husin bin Ali bin Abu Thalib) di kalangan habaib di Kalsel.
Penguasaannya akan sejarah dan biografi para habaib diperoleh karena seringnya ia melakukan perjalanan keliling ke berbagai kota di Jawa dan Kalimantan.

Kota-kota di Jawa yang paling sering ia singgahi adalah Tulung Agung dan Pasuruan (Bangil). Saat berkunjung ke suatu daerah ia biasanya menghabiskan waktu tak kurang dari 1 bulan. Habib Segaf kebetulan memiliki saudara seayah di Tulung Agung.

“Soal manakib Segaf orang yang tepat,” ujar Habib Agil bin Salim Bahsin, saat mengomentari figur Habib Segaf AlHabsyi. Manakib merupakan catatan sejarah, riwayat hidup dan perjuangan para ulama atau tokoh-tokoh besar di bidang keagamaan.

Selama hidupnya almarhum dikenal sebagai orang yang suka bersilaturahmi mengunjungi sahabat dan sanak saudaranya. “Dua hari yang lalu masih jalan-jalan,” kata Syech Alaydrus, keponakannya.

“Beberapa waktu yang dulu pernah jatuh di jalan,” ungkap Abdul Latif Al-Habsyi, adiknya.

Jenazah almarhum kemarim dishalatkan warga, sahabat dan kerabatnya di Mushala Ishlah Jalan Sulewesi, sebelum shalat Ashar. Ratusan warga berjalan kaki mengantar Habib Segaf untuk dimakamkan berdekatan dengan orangtuanya Habib Abubakar bin Segaf Al-Habsyi di Turbah Arab Sungai Jingah.

Pembacaan doa tahlil dipimpin oleh cucu keponakannya, Ibrahim bin Hamid Al-Habsyi, salah satu santri alumni Pondok Darul Mustafa Tarim, Hadramaut, Yaman Selatan asuhan Habib Umar bin Hafiz Bin Syekh Abubakar.

Posted by ali at 11:29:29 | Permalink | No Comments »

Sunday, December 14, 2008

Kenangan2 Ali Alatas

Former foreign minister of Indonesia Ali Alatas speaks during the Asean Business and investment Summit in Singapore November 16, 2007.

Posted by ali at 16:58:56 | Permalink | Comments (1) »

Kenangan Ali Alatas

Photo by AFP/Getty Images
UN Special Envoy to Myanmar Ibrahim Gambari (C), shares a light moment with Myanmar’s Foreign Minister Nyan Win (L), and Indonesian former foreign minister Ali Alatas (R) during a reception at the Gala dinner held on the sidelines of the 13th ASEAN Summit held in Singapore, 20 November 2007. Chinese Prime Minister Wen Jiabao reiterated in regional talks here that sanctions and pressure would not help reconciliation efforts in military-run Myanmar, an official said.

HE Mr Ali Alatas, member of Alliance of Civilisations high-level group, former Foreign Minister of Indonesia and Hon Professor Mehmet Aydin, Minister of State, Turkey, Alliance of Civilisations high-level group chair.

Posted by ali at 15:44:04 | Permalink | Comments (1) »

Thursday, December 11, 2008

Ali Alatas Wafat

Innalillahi wa innailaihi raji’un.
Singa Tua Diplomat Indonesia telah berpulang ke Rahmatullah.
Hari Kamis, 11 Desember 2008, pukul 07.30 di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura.
Dikebumikan, Jumat, 12 Desember 2008 di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Posted by ali at 18:16:03 | Permalink | Comments (4)

Sunday, November 2, 2008

Riwayat Putra Rasulullah

Dari perkawinan putri tercinta Rasulullah, Fatimah Az-Zahra, dengan Imam Ali lahirlah Sayyidina Hasan, dan adiknya Sayyidina Husin, buah hati Rasulullah. Berikut beberapa riwayat hidup keluarga keturunan Nabi yang diambil dari berbagai sumber.
Posted by ali at 16:44:39 | Permalink | Comments (14)

Sunday, October 12, 2008

Tarian Gembira di Halal Bihalal

KEBERSAMAAN, suasana santai, menyantap hidangan sambil menikmati musik merupakan kesempatan berharga yang jarang kita dapati setiap saat.

Sabtu, 11 Oktober 2008, keluarga besar habaib berkumpul di kediaman Habib Umar Alaydrus di Jalan Belitung Gang Bina Warga Tembus Bina Warga IV No 109 RT 36 Banjarmasin.

Acara halal bihalal Idul Fitri mempertemukan mereka dalam kebersamaan. Pertemuan ini bertambah meriah dengan hiburan Orkes Gambus An-Nasyik.

Sebagai tuan rumah, Habib Umar dengan wajah gembira dan senyum menyambut tamu-tamunya, dan mempersilakan mereka menyantap hidangan yang sudah disiapkan oleh panitia. Di meja telah tersedia pilihan menu soto Banjar, telur masak habang, gulai kambing plus nasi samin. Tak ketinggalan kue-kue dan buah-buahan segar penambah selera.

Selain ajang untuk silaturahmi antar keluarga, acara ini juga untuk mempererat tali persaudaraan kaum muslimin dan meneguhkan semangat ukhuwah islamiyah.

Satu persatu undangan datang sejak pukul 09.00. Beberapa anggota keluarga Assegaf, Alaydrus, Al-Kaff, Al-Habsyi, Balghaits, Al-Hamid, Bahasyim, Alatas dan Barakbah datang memenuhi undangan Habib Umar.

Sesepuh habaib di Kalsel yang tinggal di Rantau, Habib Husin Assegaf (80 tahun) juga datang di acara ini. Habib Ali Assegaf (79 tahun), mantan Ketua Rabithah Alawiyah Banjarmasin (perkumpulan keluarga zuriyat Rasulullah), tampak duduk berdampingan dengan Habib Umar menyaksikan suguhan musik gambus dan tarian japin. Hadir pula pemuka habaib di Kalsel seperti Habib Abdul Bari Al-Habsyi, Habib Agil Bahsin dan Habib Hasan Al-Habsyi.

“Melalui acara halal bihalal ini kita harapkan sesama kaum muslimin rukun dan beriman,” ujar Habib Umar.

Petikan gambus Habib Muhammad Al-Habsyi membuat Habib Abdullah Al-Kaff tak tahan hanya duduk diam mendengarkan lantunan lagu-lagu berirama padang pasir. Habib Abdullah, warga Gang Purnama Jalan S Parman, pun turun ke gelanggang dan menari-nari dengan riang dan sepenuh hati.

“Ayo kita bergembira,” ujar Habib Abdullah, sambil mengajak hadirin untuk menari japin bersama. “Ini hari kita untuk bergembira. Kapan lagi bisa seperti ini,” timpal Habib Muhammad tetap sambil memetik gitar gambusnya.

Habib Umar pun ikut meramaikan gelanggang, sambil mengajak habib lainnya. “Ayo, ayo,” kata Habib Umar sambil bertepuk tangan. Ajakan Habib Umar membuat habib-habib muda lainnya turun satu persatu berjapin ria menemani Habib Abdullah.

Acara temu keluarga dengan hiburan gambus ini ditutup sekitar jam 14.00. Namun sebelum itu, Syarifah Raguan Barakbah sempat memesona undangan dengan lagu Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu. Penampilan Syarifah Raguan disambut tarian yang tak kalah memesonanya oleh dua syarifah lainnya. ali

mb/yusmili
MENARI - Habib Abdullah Al-Kaff (kiri) sedang menari japin berpasangan dengan Habib Musa Al-Habsyi di acara halal bihalal keluarga habaib.

Posted by ali at 17:10:11 | Permalink | Comments (3)

Friday, July 4, 2008

Habib Umar bin Hafidz dan Madzhab

Posted by ali at 19:09:24 | Permalink | Comments (1) »

Thursday, May 8, 2008

Munajat Imam Ali

Doa ini dikenal pula sebagai doa Kumayl karena dipopulerkan oleh Kumayl bin Ziyad An-Nakhai. Kumayl adalah sahabat Syaidina Ali. Pada masa pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib, Kumayl menjabat walikota Hait . Ia memperoleh doa ini dari Imam Ali. “Ya Kumayl, apabila engkau menghafal doa ini dan membacanya setiap malam Jumat, cukuplah itu untuk melepaskan dirimu dari kejahatan. Engkau akan ditolong Allah, dimudahkan rezekimu, dan doamu akan dikabulkan. Wahal Kumayl, lamanya persahabatan serta pengabdianmu, menyebabkan engkau dikaruniai nikmat dan kemuliaan untuk belajar (doa ini).” Menurut riwayat, doa ini berasal dari Nabi Khidlir. Oleh karena itu doa ini juga disebut pula sebagai doa Hadhrat Khidlir.
Posted by ali at 16:48:02 | Permalink | Comments (4)

Friday, March 28, 2008

Ketika Alawiyin Menggelar Maulid Nabi (2) Pesona Sang Habib Dari Hadramaut

PERHELATAN Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda Alawiyin (IKAPA) Kalsel kali ini boleh dibilang terobosan. Gairah menggelar acara dakwah ini dilandasi semangat untuk kebangkitan kembali kaum Alawiyin.

Habib Muhammad bin Shaleh Alatas

Posted by ali at 15:51:38 | Permalink | Comments (3)

Ketika Alawiyin Menggelar Maulid Nabi (1) Dakwah Sekaligus Pertemuan Keluarga

YAA, Nabi salaam ‘alaika. Yaa, Rasul salaam ‘alaika. Yaa, Habiib salaam ‘alaika. Sholawattullah ‘alaika.
Senandung salam dan cinta untuk Nabi berulang-ulang terlontar dari ratusan jamaah Langgar (Mushalla) Al-Hinduan, di suatu malam.

Habib Aboe Bakar AlHabsyi menyampaikan ceramah.

Posted by ali at 15:44:29 | Permalink | Comments (3)